Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri…
Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.
Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam…
Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.
Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri. Ia bertanding dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang.
Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.
Kata-Kata Bijak Hari Ini :
Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab….
Yakni, orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak, dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir.
-Jens Lehmann-


Dari buku yang telah saya baca berjudul “The True Power of Water” tulisannya Masaru Emoto yang setelah melakukan penelitian selama dua bulan bersama Kazuya Ishibashi, mereka akhirnya berhasil mendapatkan foto kristal air dengan membekukan air pada suhu -25 C dan menggunakan alat foto berkecepatan tinggi. Bentuk Kristal yang dihasilkan tergantung dari kualitas air yang dibekukan. Air keran sama sekali tidak membentuk kristal, sedangkan air alami ataupun air mineral dapat membentuk kristal heksagonal (persegi enam), air keran tidak sehat dan tidak baik bagi kesehatan. Namun ternyata air dapat menyusun kristal dalam bentuk yang berbeda-beda tergantung informasi yang diterima. Air akan menghasilkan kristal yang indah manakala diberikan kata “cinta dan terima kasih“ dan air akan membentuk kristal buruk ketika diberikan kata “kamu bodoh“.